Presenter : Semlinda
J. Bulan
Judul : Enterprise Architecture Institutionalization and
Assessment
Tanggal :
29 Maret 2012
Paper ini ditulis oleh Hyunkyung Song dan Yeong-Tae Song dari Towson
University, Towson, MD USA. Paper dipublikasikan di 9th IEEE/ACIS International Conference on
Computer and Information Science pada
tahun 2010.
Latar belakang dari paper
ini adalah banyak
sistem perangkat lunak saat ini yang tidak dirancang untuk perubahan, ketika
organisasi dengan suatu sistem mengalami perubahan seperti bergabung dengan
organisasi lain, inefisiensi dan ketidakpastian dapat terjadi. Agar mengubah EA
yang ada menjadi efisien dan cerdas, diperlukan pelembagaan EA berdasarkan Enterprise Architecture
Frameworks (EAF) yang mapan ke dalam perusahaan.
Penulis mengusulkan proses pelembagaan EA dan penilaian
berbasis metrik untuk implementasi EA berdasarkan framework EA yang tersedia saat ini. Dalam proses EA, didefinisikan
strategi khusus pelembagaan untuk tujuan organisasi, target arsitektur
berdasarkan pada arsitektur dasarnya dan rencana transisi untuk pelembagaan.
Sejak adanya Clinger-Cohen
ACT, banyak Enterprise Architecture
Frameworks (EAF) diperkenalkan seperti Zachman Framework, TOGAF, Federal
Enterprise Architecture Framework, DoD Architecture
Framewor dan Treasury Enterprise
Architecture Framework. EAF membantu organisasi untuk membangun target
konforman EA yang fleksibel, beradaptasi dan efisien.
Untuk
menggunakan manfaat penuh dari EAF,
adalah penting untuk menilai seberapa baik implementasi dari EA tehadap
suatu organisasi dilakukan sesuai dengan EAF yang diberikan. Proses penerapan
EA khusus untuk organisasi tertentu disebut pelembagaan.
EA adalah cara
yang baik untuk integrasi dan keselarasan antara teknologi informasi dan
tujuan. Namun, tanpa penyetelan yang tepat, EA mungkin tidak berguna
sebagaimana mestinya, yang berarti EAF mungkin perlu disesuaikan menurut budaya
mereka sendiri, kebijakan, dan prosedur. Proses ini disebut pelembagaan EA.
Pada bagian ini, penulis menggambarkan proses pelembagaan EA seperti
ditampilkan dalam Gambar 1.
Gambar 1. Enterprise Architecture
Process for Institutionalization
Proses EA untuk Pelembagaan terdiri dari 5 tahap:
1.
Initiation process
Langkah
ini membantu untuk memastikan penentuan awal proses keseluruhan dan untuk
memvalidasi apakah investasi TI memenuhi semua persyaratan teknis dan tujuan
bisnis. Sub proses dari tahap inisiasi dapat berupa:
1. pertanyaan bisnis 2. membangun strategi bisnis dan strategi TI
3. membangun sebuah tim EA
2.
Defining baseline architecture
Langkah
ini
menjelaskan perusahaan saat ini atau
keadaan apa adanya. Ini merupakan
langkah penting untuk pelembagaan karena kemajuan di masa depan akan diukur terhadap arsitektur
awal. Untuk menggambarkan arsitektur dasar, perlu untuk mengidentifikasi aset tersembunyi, kesenjangan dan redudansi dari arsitektur yang berbeda seperti pada Gambar 2.
Gambar 2. Alignment of four
architectures
1.
Designing target architecture
Langkah
ini mendefinisikan target bisnis arsitektur sesuai dengan strategi bisnis
organisasi. Arsitektur target harus mendefinisikan visi dari operasi bisnis
masa depan dan teknologi pendukung. Strategi bisnis organisasi dan strategi TI
harus diterapkan pada arsitektur yang
layak dan dapat dilacak yang didasarkan pada arsitektur dasar organisasi.
Faktor lain untuk dipertimbangkan dalam mendefinisikan arsitektur target adalah
keselarasan antara strategi dan empat arsitektur dasar.
2.
Planning architecture transition
Langkah
ini mendefinisikan proses transisi dari arsitektur saat ini ke target EA.
Arsitek harus menilai keberadaan teknologi organisasi serta teknologi baru
untuk menentukan apakah teknologi yang belakangan dapat mendukung kemampuan
yang diperlukan. Penilaian terhadap kematangan teknologi organisasi harus
dilakukan dalam rangka untuk keberhasilan pelaksanaan arsitektur target.
3.
Implementation planning and operation
Rencana
implementasi arsitektur termasuk manajemen sumber daya dan sistem pengembangan
EA harus dilakukan dalam langkah ini sebagai ditunjukkan dalam Gambar 3. Langkah
ini dapat dibagi menjadi seperangkat proyek pengembangan sistem. Para stakeholder dari EA harus terlibat dalam
melakukan desain rinci, mengembangkan dan menspesifikasikan Enterprise Architecture
Management System
(EAMS).
Gambar 3. Implementation Planning
and Operation Phase
Pelembagaan
EA adalah proses yang iteratif, bertahap dan berkesinambungan. Organisasi harus
melakukannya terus menerus melalui penilaian EA. Tujuan dasar dari penilaian EA
adalah untuk mendokumentasikan pentingnya EA untuk pembuat keputusan dan untuk
mengidentifikasi kebutuhan pengembangan dari EA.
Penulis mengusulkan metrik untuk penilaian
EA berdasarkan pada unsur-unsur (vision, current architecture baseline, target architecture definition, gap
analysis, transition strategy, implementation, maintenance) dan
empat view arsitektur yaitu bisnis,
data, aplikasi dan teknologi.
Department of Commerce (DoC)'S EACMM US mendefinisikan elemen penilaian. DoC telah mengembangkan EACMM untuk membantu dalam melakukan penilaian internal. Penulis mengadopsi EACMM untuk penilaian kuantitatif organisasi EA. EACMM ini menyediakan elemen-elemen yang mewakili komponen kunci dari penilaian yang produktif.
DoC IT Architecture
Capability Maturity Model terdiri dari 6 level dan 9 karakteristik
arsitektur. Enam level terlihat di bawah ini:
0.
None
1.
Initial
2.
Under Development
3.
Defined
4. Managed
5. Measured
Sembilan IT karakteristik
arsitektur sebagai berikut:
1.
Architecture Process
2.
Architecture Development
3.
Business Linkage
4.
Senior Management Involvement
5.
Operating Unit Participation
6.
Architecture Communication
7.
IT Security
8.
Governance
9.
IT Investment and Acquisition Strategy
Berikut adalah
contoh penilaian IT Architecture Capability Maturity:
Tabel 1. IT Architecture Capability Maturity Score
Model
IT Architecture Capability Maturity mengukur
dua parameter: IT Architecture Characteristics
dan Maturity Level. Menghitung
dan melaporkan Skor IT Architecture
Capability Maturity Score menggunakan
metode satu dan dua. Kedua metode ini
saling melengkapi dan dapat digunakan untuk kalkulasi scorecard.
Tabel 2. Penghitungan Metode
#1
Tabel 3. Penghitungan Metode #2
Tujuan
dari proses institusionalisasi EA adalah untuk mencapai sasaran arsitektur
untuk setiap organisasi dengan mengidentifikasi area yang lemah dan menyediakan
jalan evolusi yang tegas untuk mencapai
proses arsitektur secara keseluruhan.
Gambar
4 menunjukkan sembilan karakteristik arsitektur yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan EA. Penulis mengusulkan tambahan sub
karakteristik dari sembilan karakteristik DoC tersebut. Sub karakteristik ini
adalah elemen detail yang memperkuat
validitas penilaian.
Gambar 4. Achieving Optimized EA
Using EACMM
Tabel 4 menunjukkan hubungan antara empat view arsitektur dan sembilan karakteristik penilaian. Hubungan yang penulis sarankan, dapat disesuaikan menurut pandangan arsitektur organisasi. Penulis juga mengusulkan bahwa hubungan ini dapat digunakan untuk scorecard penilaian. Untuk menilai arsitektur perusahaan dari organisasi, mereka harus menetapkan metrik untuk penilaian didasarkan pada hubungan antara pandangan arsitektur dan elemen-elemen ini.
Nine Assessment Characteristics
Kesimpulan dari paper ini adalah penulis mengusulkan Proses
Arsitektur Enterprise untuk Pelembagaan
dalam organisasi berdasarkan framework
EA yang tersedia saat ini. Penulis menyarankan proses pelembagaan secara praktis
yang membantu organisasi untuk mengadopsi EA secara sistematis. Terakhir,
penulis mengusulkan rencana implementasi dan penilaian metrik untuk EA.








No comments:
Post a Comment