Sharing by Lasguido


Presenter  :  Lasguido Eleazar
Judul         :  Enterprise Architecture Management’s Impact on Information 
                     Technology Success
Tanggal     :  21 Maret 2012


Paper ini ditulis oleh Robert Lagerström, Teodor Sommestad, Markus Buschle dan Mathias Ekstedt dari Industrial Information and Control Systems The Royal Institute of Technology, Stockholm, Swedia. Paper dipublikasikan di Proceedings of the 44th Hawaii International Conference on System Sciences pada tahun 2011.

Permasalahan dari paper ini adalah apakah ada hubungan di antara kesuksesan suatu teknologi informasi dengan adanya enterprise architecture management?

Beberapa hal yang menjadi latar belakang ditulisnya paper ini adalah:
·       Enterprise architecture yang efektif sangat diperlukan demi kelangsungan hidup dan kesuksesan suatu bisnis.
·       Sebuah sistem yang mengikuti kaidah enterprise architecture relatif lebih ekonomis, cepat dikembangkan, dan lebih mudah dikelola dan didesain.
·       Menurut Ross, enterprise architecture maturity diklasifikasikan menjadi beberapa tingkatan. Dimana semakin tinggi tingkatan tersebut maka semakin besar dampak positif yang diberikan, dampak tersebut seperti :
    Berkurangnya biaya teknologi informasi (IT cost)
    Meningkatnya kemampuan manajemen risiko
    Meningkatnya kepuasan dalam hal manajemen
    Meningkatnya dampak strategis bisnis
·        Studi mengenai dampak enterprise archictecture terhadap organisasi telah dilakukan.
·        Kebijakan pemerintah membawa dampak positif dalam penggunaan enterprise archictecture.

Tujuan keseluruhan dari penelitian yang dipresentasikan adalah untuk menguji hipotesis umum bahwa kegiatan manajemen Arsitektur Enterprise memiliki dampak positif pada keberhasilan IT. Untuk menilai dampak ini, tiga hipotesis utama dievaluasi melalui sembilan sub hipotesis yang diuji. Seperti diuraikan pada Tabel 1, berasal dari tiga variabel keberhasilan TI dan tiga variabel kegiatan manajemen arsitektur enterprise.



Variabel IT-success terdiri dari:
·    Successful execution of IT-Project
Enterpirse architecture management mampu mengurangi peluang gagalnya suatu IT-Project pada suatu organisasi.
·    Duration of procurements projects
Enterpirse architecture management mampu mengurangi durasi pengadaan proyek IT.
·    Operational departement’s satisfied with IT
EAM Activities yang menguntungkan harus mampu meningkatkan kepuasan departemen operasional akan IT.

Variabel EAM Activities terdiri dari:
·       Existence of enterprise architecture management 
    Untuk menentukan adanya EAM, partisipan survei diminta untuk mengisi umur dari EAM pada organisasi masing-masing.
·       The amount of time working with enterprise architecture management 
     Jumlah waktu bekerja dengan EAM dievaluasi melalui pertanyaan yang sama yang digunakan untuk mengevaluasi keberadaannya.
·       Enterprise architecture management maturity
Menggunakan 7 aspek pertanyaan yang berbeda.
           
Tiga hipotesis utama terdiri dari:
·      H1: The existence of Enterprise Architecture Management function correlates with IT success.
·      H2: The amount of time the organization has worked with Enterprise Architecture Management correlates with IT-success.
·      H3: The maturity of Enterprise Architecture Management correlates with IT-success.

Survei dilakukan ketika Enterprise Architecture Symposium di Royal Institute of Technology, Stockholm, Sweden. Dari 268 peserta simposium yang berasal dari perusahaan Swedia, 68 peserta mengisi survei yang telah dibuat (Tabel 3). 
 Sebagian besar responden bekerja di organisasi besar - 73 % bekerja di organisasi dengan lebih dari seribu karyawan (Tabel 4). Sebanyak  69 % bekerja di departemen IT (Tabel 5).




Hasil analisisnya sebagai berikut:
·       Penerapan arsitektur enterprise dalam jangka waktu yang lama tidak mempengaruhi kesuksesan suatu teknologi informasi.
·       Dari ke sembilan hipotesis, dapat disimpulkan bahwa enterprise architecture maturity memiliki korelasi dengan kesuksesan suatu teknologi informasi.
·       Kesuksesan suatu proyek teknologi informasi juga berpengaruh dengan faktor-faktor lainnya di luar dari enterprise architecture management maturity.
·       Dalam sisi industri, sangat penting untuk memperhatikan kematangan pengelolaan enterprise architecture.
·       Dalam sisi akademis, penelitian dapat diarahkan kepada bagaimana diimplementasikannya enterprise architecture yang matang di dalam industri.

Kesimpulan dari paper ini adalah dalam menghitung variabel IT–success, tidak diikutsertakannya variabel project quality. Mencari lagi, aspek-aspek lainnya yang mungkin dapat menjadi faktor suksesnya teknologi informasi. Suatu enterprise architecture haruslah mature agar dapat berdampak.

No comments:

Post a Comment