Presenter : I
Wayan Aditya Swardiana
Judul : Essential Layers, Artifacts, and Dependencies of
Enterprise Architecture
Tanggal : 15 Maret 2012
Paper ini ditulis oleh Robert Winter dan Ronny Fischer dari University of
St. Gallen. Paper dipublikasikan pada 10th IEEE International Enterprise Distributed Object Computing
Conference Workshops (EDOCW'06) pada
tahun 2006.
Latar
belakang dari paper ini adalah tidak
adanya kesepakatan yang umum mengenai architecture
layers, artifact types dan
dependencies yang mana yang menyusun inti dari Arsitektur Enterprise.
Paper
ini
memberikan kontribusi untuk identifikasi
elemen-elemen penting dari arsitektur
enterprise dengan:
(1) menspesifikasi arsitektur
enterprise sebagai suatu hirarki, bertingkat yang terdiri dari sistem hierarki agregasi, layer dan pandangan arsitektur.
(2) membahas framework arsitektur
enterprise mengenai elemen-elemen penting.
(3)
mengusulkan persyaratan interfacing dari arsitektur
enterprise dengan
model arsitektur yang lain.
(4) mempertemukan temuan ini
dengan praktek arsitektur enterprise saat ini dalam beberapa perusahaan besar.
Kebanyakan framework membedakan layer
EA sebagai berikut:
·
Business architecture: arsitektur
bisnis merupakan fundamental organisasi dari perusahaan (atau instansi
pemerintah) dari sudut pandang strategi bisnis.
·
Process architecture: arsitektur
proses merupakan fundamental organisasi dari service pengembangan dan service
distribusi dalam konteks perusahaan yang relevan.
·
Integration architecture: arsitektur
integrasi merupakan fundamental organisasi dari komponen sistem informasi dalam
konteks perusahaan yang relevan.
·
Software architecture: arsitektur software merupakan fundamental
organisasi dari artifak software
seperti service perangkat lunak struktur data.
·
Technology (or infrastructure) architecture: arsitektur
teknologi merupakan dasar organisasi komputasi/ telekomunikasi hardware dan
jaringan.
Menurut hirarki, pendekatan teori
sistem multi-level, hasil pada tiap lapisan
arsitektur mengurangi derajat kebebasan dari layer berikutnya.
Gambar 1. Multi-layer architecture
of aggregation hierarchies
Gambar 1 adalah ilustrasi skematik dari EA yang terdiri
atas lima layer
hirarki. Pada setiap layer, hirarki
agregasi digunakan untuk mewakili artefak
pada tingkat agregasi yang berbeda.
Berdasarkan konsep representasi multi-layer, hirarki agregasi dan cross-layer view, EA dapat didefinisikan sebagai pandangan yang
mewakili semua kumpulan artefak dan hubungan mereka di semua layer (Gambar 2).
Gambar 2. Enterprise architecture
as cross-layer view of aggregate artifacts
Berikut adalah hasil dari tipe artifak
sebagai hipotesis untuk artifak inti EA:
·
Strategy specification (“what” questions)
·
Organization/process specification (“how” questions)
·
Application specification (business IT alignment questions)
·
Software specification
·
Technical infrastructure specification
·
Specification of dependencies between layers
Penulis
melakukan studi kasus pada empat perusahaan besar dari industri dan negara yang
berbeda untuk memvalidasi rekomendasi untuk tipe artifak EA yang penting.
Tabel 1. Overview of case studies
Perusahaan A
Perusahaah A adalah penyedia layanan
keuangan di Swiss. Program EA pada perusahaan ini dimulai pada tahun 2005 dan
sedang berlangsung hingga saat ini. Program ini dimulai karena sebuah pengumpulan,
entitas penting dari pandangan enterprise
secara luas dan tidak adanya ketergantungan.
Gambar 3. Mapping between EA layers of
company A and proposed EA layers
Perusahaan B
Perusahaan B adalah salah satu produsen
terkemuka dunia logam mulia dengan eksplorasi dan pertambangan di Afrika
Selatan, Kanada, Rusia, Brasil dan Zimbabwe. Penerapan progam EA pada
perusahaan ini termotivasi oleh kebutuhan untuk akurasi, tepat waktu dan
konsisten informasi mengenai struktur perusahaan.
Gambar 4. Mapping between EA layers of
Company B and proposed EA layers
Perusahaan C
Perusahaan C adalah perusahaan layanan
bank di Jerman dengan lebih dari empat juta pelanggan pribadi dan hampir
setengah juta perusahaan klien. Perusahaan ini mengembangkan EA untuk
meningkatkan transparensi dari proses arsitektur dan integrasi arsitektur.
Gambar 5. Mapping between EA layers of
Company C and proposed EA layers
Perusahaan D adalah perusahaan asuransi
di Swiss dengan lebih dari satu juta pelanggan dan berfokus pada asuransi non
jiwa, perusahaan ini telah meluncurkan EA pada tahun 2002. Perusahaan ini
menerapkan EA karena kurangnya transparensi mengenai ketergantungan antara TI
dan layanan penawaran / proses bisnis.
Gambar 6. Mapping between EA layers of
Company D and proposed EA layers
Kesimpulan dari paper ini: faktor penting untuk keberhasilan EA adalah secara jelas
membedakan antara EA secara luas, tetapi mengumpul di satu pihak dan satu set
khusus, arsitektur parsial rinci di sisi lain. Pemodelan perusahaan dapat
mencapai tujuannya hanya jika interface
antara EA dan arsitektur khusus telah dispesifikasikan secara konseptual dan
diimplementasikan secara efisien.







No comments:
Post a Comment