Presenter : Qorib
Munajat
Judul
: Presenting A
Method for Benchmarking Application in the Enterprise Architecture Planning
Process Based on Federal Enterprise Architecture Framework
Tanggal : 15 Maret 2012
Paper ini ditulis oleh Abbas Akkasi, Mir Ali Seyyedi dan Fereydon Shams dari
Tehran, Iran.
Permasalahan yang diangkat pada paper ini adalah adanya waktu yang
dihabiskan dalam proses perencanaan arsitektur enterprise. Sedangkan solusi yang ditawarkan adalah pemanfaatan benchmarking dalam proses perencanaan
arsitektur enterprise dapat
mempercepat proses ini.
Enterprise Architecture Planning (EAP)
adalah proses yang digunakan untuk mendefinisikan arsitektur yang esensial
(arsitektur bisnis, arsitektur data, arsitektur aplikasi dan arsitektur
teknologi) dan perencanaan untuk implementasi arsitektur di atas dan tujuannya
adalah untuk menghasilkan keadaan di mana informasi dapat digunakan dengan
lebih efektif untuk mendukung misi perusahaan.
Proses
EA terdiri dari 4 elemen yang mendukung tingkat atas organisasi untuk
menciptakan arsitektur dasar, mendokumentasikan suatu arsitekur untuk target
yang ditetapkan dan implementasi perencanaan transisi.
Figure 1. EA
Planning Process
Langkah-langkah dalam
perencanaan EA:
Develop baseline enterprise architecture
Develop target enterprise architecture
Implementing the Transition Plan (develop sequencing plan)
Benchmarking adalah proses evaluasi yang terus-menerus dan perbandingan antara proses bisnis rumah dan proses yang sesuai dalam progresif organisasi untuk memperoleh informasi yang akan menolong organisasi untuk mengidentifikasi kemajuan dan memakainya dalam tindakan.
Kesimpulan dari paper ini adalah pemanfaatan benchmarking dari best practice dalam proses perencanaan arsitektur enterprise dapat meningkatkan kecepatan melaksanakan tugas, meningkatkan akurasi dan konsentrasi pada domain utama, meningkatkan agility proses arsitektur enterprise dan mengurangi risiko dalam dokumentasi arsitektur dan penciptaan rencana transisi.
Framework yang digunakan
yaitu Federal
Enterprise Architecture Framework (FEAF). Tujuan FEAF adalah untuk kemudahan,
mengembangkan proses umum dan informasi umum antara badan-badan federal dan
lembaga pemerintah lainnya. Framework
ini cocok untuk aplikasi pemerintah dan organisasi yang profit dan nonprofit.
Benchmarking adalah proses evaluasi yang terus-menerus dan perbandingan antara proses bisnis rumah dan proses yang sesuai dalam progresif organisasi untuk memperoleh informasi yang akan menolong organisasi untuk mengidentifikasi kemajuan dan memakainya dalam tindakan.
Metode Benchmarking dalam Proses EA Planning:
1. Benchmarking in target
architecture from enterprise architecture planning process
Karena benchmarking adalah suatu pendekatan perbaikan yang berkelanjutan maka harus dilakukan secara bertahap dan terus menerus dan modelnya dapat berulang bagaimanapun hasilnya dalam evolusi.
Karena benchmarking adalah suatu pendekatan perbaikan yang berkelanjutan maka harus dilakukan secara bertahap dan terus menerus dan modelnya dapat berulang bagaimanapun hasilnya dalam evolusi.
a. Identifying Benchmark able
Domain
b. Identifying Best Practice
Candidate and Benchmarking Partner
c. The study of the Best
Practice and Current Informal Organizational State
d. Gap Analysis
e. Feasibility Study
f. Planning to Apply
g.
Acceptance and Reviews
2. Benchmarking for Transition
Plan Creation
Rencana transisi benchmarking dari proses benchmarking jenis ini dianggap sebagai praktik terbaik, karena hal ini menguji dan benchmark cara dan arti untuk mencapai tujuan dalam progresif organisasi.
Rencana transisi benchmarking dari proses benchmarking jenis ini dianggap sebagai praktik terbaik, karena hal ini menguji dan benchmark cara dan arti untuk mencapai tujuan dalam progresif organisasi.
Kesimpulan dari paper ini adalah pemanfaatan benchmarking dari best practice dalam proses perencanaan arsitektur enterprise dapat meningkatkan kecepatan melaksanakan tugas, meningkatkan akurasi dan konsentrasi pada domain utama, meningkatkan agility proses arsitektur enterprise dan mengurangi risiko dalam dokumentasi arsitektur dan penciptaan rencana transisi.


No comments:
Post a Comment