Sharing by Ponix


Presenter   :  Ponix Irwanto
Judul          :  An Information System Architectural Framework for Enterprise Application Integration
Tanggal      :  21 Maret 2012


Paper ini ditulis oleh André Vasconcelos, Miguel Mira da Silva, António Fernandes dan José Tribolet dari Portugal. Paper dipublikasikan di Proceedings of the 37th Hawaii International Conference on System Sciences pada tahun 2004.

Permasalahan pada paper ini adalah arsitektur sistem informasi (SI) tidak memberikan perhatian yang cukup pada integrasi di masa lalu karena integrasi tidak penting untuk membangun sistem informasi sejak dari awal.

Pada paper ini penulis mengusulkan representasi arsitektur SI agar mendukung variasi besar skenario integrasi dengan baik antara SI termasuk intra dan inter organisasi.

Information System Architectures (ISA) dapat dibagi ke dalam tiga level:
·        Informational (or Data) Architecture 
 Menunjukkan tipe data utama yang mendukung bisnis.
·        Application Architecture 
 Mendefinisikan aplikasi yang dibutuhkan untuk manajemen data dan mendukung bisnis.
·       Technological Architecture 
    Menunjukkan teknologi utama yang digunakan dalam implementasi aplikasi dan infrastruktur yang menyediakan lingkungan untuk deployment SI.

Proses integrasi dapat dibagi ke dalam tiga bagian: source (sistem yang menghubungi pelayanan atau mengirim pesan), target dan port integrasi itu sendiri mewakili relasi antara sumber dan target.

 Gambar 1. Integration Process


Integrasi dapat diuraikan ke dalam dua dimensi:
·       Automation Level 
      Layanan integrasi yang dieksekusi dalam source atau sistem target dipenuhi secara otomatis (tanpa campur tangan manusia) atau secara manual (termasuk interaksi manusia).
·       Role Type 
    Sistem mungkin source atau target data. Contohnya dalam web service, source adalah client; dalam produk pesan, source adalah SI mengirim pesan.

Menggunakan konsep IT, penulis mengusulkan bahwa integrasi IT seharusnya diadopsi seperti konsep novel untuk mengkapsulasi platform dan/atau aplikasi IT.

 Gambar 2. Proposed UML extension for modeling integration concepts in ISA


Penulis melakukan studi kasus: safe food. Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk membuat sistem informasi yang mendukung usaha perusahaan retail untuk menjamin kualitas dari produksi makanan mereka melalui pertukaran yang terus-menerus dari (hampir) data real-time tentang produk-produk itu.

Gambar 3. ISA at the application level

Pada Gambar 3, keseluruhan ISA pada level aplikasi disajikan. Ketergantungan antara Blok SI disajikan menggunakan <<IS Service>>. Tanda panah berarti ketergantungan antara Blok SI. Contohnya, Blok SI “SafeFood System” bergantung dari layanan yang disediakan oleh Servis SI “Control Quality API”.

Kesimpulan dari paper ini adalah integrasi seharusnya memiliki sejumlah karakter (seperti manual atau otomatis) dan tidak dibatasi untuk sinkronisasi layanan. Penulis juga menyajikan studi kasus untuk mengilustrasikan proposal dengan masalah integrasi yang kongkrit di antara sistem informasi.


No comments:

Post a Comment