Presenter : Frisca
Judul
: A Complex Adaptive System Perspective of Enterprise
Architecture in Electronic Government
Tanggal :
29 Maret 2012
Paper ini ditulis oleh Marijn Janssen dari Belanda dan George Kuk dari Inggris. Paper
dipublikasikan di Proceedings of the 39th
Hawaii International Conference on System
Sciences pada tahun 2006.
Permasalahan yang diangkat
pada paper ini adalah agen pemerintah
lokal mempunyai tingkat otonomi yang besar, mereka sering di luar bidang pusat
dan kontrol. Sistem yang dikembangkan dan pengambilan keputusan di pemerintah
lokal sering tidak sejalan dengan pemerintah pusat.
Tujuan dari paper ini, yang pertama adalah mengusulkan suatu pendekatan untuk menganalisa
dan memahami kebutuhan dan keterbatasan arsitektur enterprise dalam pemerintahan. Kedua mengidentifikasi prinsip-prinsip
desain arsitektural yang akan meningkatkan jointness
antar organisasi dan keberhasilan implementasi IT.
Complex Adaptive System (CAS) adalah studi tentang sistem yang dibangun oleh
agen individu yang mampu menyesuaikan saat mereka berinteraksi satu sama lain
dan dengan lingkungan. Sistem beradaptasi dan mengorganisasi dirinya tanpa
satupun entiti singular dengan bebas mengatur atau mengontrolnya (Holland).
Fokus seharusnya pada kompleksitas dari proses non desain, interaksi dan relasi
pada sistem (Desai).
CAS memiliki karakteristik sebagai
berikut:
1.
Emergence: Agen dalam
sistem berinteraksi
dengan cara yang tampaknya
acak.
2. Co-evolution: Semua sistem
ada
dalam lingkungan
mereka sendiri, dan mereka juga
bagian
dari lingkungan.
3. Sub optimal: Sebuah sistem
adaptif
kompleks
tidak
harus
sempurna agar berkembang
dalam
lingkungannya.
4. Requisite
Variety: Semakin besar
perbedaan dalam sistem,
semakin
kuat ia.
5. Connectivity: cara di mana
agen-agen
dalam
sistem berkoneksi dan
berhubungan
satu sama lain sangat penting
bagi
kelangsungan hidup sistem,
karena
dari koneksi ini
pola
terbentuk
dan umpan balik
disebarluaskan.
6.
Simple Rules: sistem
adaptif
kompleks
tidak
rumit.
7. Iteration: Perubahan kecil dalam
kondisi
awal dari sistem
dapat memiliki dampak
yang
signifikan setelah mereka lulus
melalui
munculnya perulangan
umpan
balik.
8. Self-organizing: Tidak ada hirarki
komando
dan kontrol dalam sistem
adaptif
kompleks.
9. Edge of Chaos: Teori Kompleksitas
adalah
tidak
sama dengan teori chaos,
yang berasal dari matematika.
10.
Nested Systems: Kebanyakan sistem
bersarang
dalam sistem lain dan
banyak
sistem adalah sistem
dari
sistem
yang lebih kecil.
Untuk mengeksplorasi sifat dan latar
belakang dari arsitektur enterprise
dalam administrasi publik di Belanda, penulis melakukan studi kasus komparatif.
Dipilih 11 proyek e-government yang
terlibat dalam pengembangan arsitektur enterprise
dan 25 informan yang diwawancara. Untuk memvalidasi klaim dan informasi
faktual, dikumpulkan data dari beberapa sumber seperti wawancara melalui
telepon, nota internal, riset website,
informasi yang tersedia secara umum dan laporan konsultan lain yang relevan.
Gambar 1
menampilkan jaringan dari agensi: agensi nasional di bagian atas dan kota madya
bagian bawah. Fokus dari penelitian ini adalah pada kunci interaksi antara
Departemen Dalam Negeri dan kota madya.
Dalam
undang-undang dan peraturan keuangan dari Belanda, pemerintah daerah menikmati
otonomi yang tinggi dalam membuat keputusan sendiri. Mereka memiliki kontrol anggaran mereka sendiri dan dapat membuat keputusan investasi TI yang independen.
otonomi yang tinggi dalam membuat keputusan sendiri. Mereka memiliki kontrol anggaran mereka sendiri dan dapat membuat keputusan investasi TI yang independen.
Kementrian sudah
mulai mengembangkan arsitektur enterprise
sejak tahun 1980-an sebagai sarana untuk mengarahkan dan menghambat arsitektur di
antara kota madya Belanda.
Mulai dari tahun delapan puluhan, penekanannya adalah pada mengotomatisasi catatan warga negara dengan memungkinkan kota madya untuk memproses dan mengotentikasi informasi dalam kaitannya dengan aplikasi untuk paspor dan keamanan sosial.
Pada pertengahan
tahun sembilan puluhan, manajer publik menjadi sadar akan kebutuhan untuk
mengarahkan perkembangan menuju e-government.
Hal ini telah menghasilkan sejumlah rencana dan rencana revisi dari Departemen
Dalam Negeri dan hubungan kerajaan.
Misi pertama
adalah untuk mengkonsentrasikan semua kegiatan pengembangan dan upaya terkait
lainnya di bawah satu program office.
Langkah berikutnya adalah untuk memastikan bahwa ada sistematis dan hubungan koheren
antara berbagai program. Ini dilakukan dengan mendefinisikan bangunan blok
infrastruktur dasar, yang meliputi:
1) DigiD: sebuah layanan otentikasi nasional
untuk warga negara dan bisnis menggabungkan pada sejumlah proyek otentikasi
yang ada diprakarsai oleh berbagai lembaga.
2) Public key infrastructure: menciptakan infrastruktur
untuk memfasilitasi transaksi antara lembaga pemerintah.
3) Citizens service
number: mendefinisikan nomor unik bagi setiap warga negara
untuk mendapatkan akses ke dalam data
pribadinya oleh semua lembaga pemerintah.
4) Authentic
registration: mendirikan enam pendaftaran otentik
bagi warga negara, bisnis, bangunan, tanah, alamat dan peta.
5) E-form generator: mendefinisikan bentuk umum
generator untuk menghasilkan standar sebaik bentuk yang di-customize.
Berdasarkan
analisis dari 11 proyek, maka penulis memperoleh beberapa aturan sederhana
didasarkan pada CAS teori, dinamakan prinsip-prinsip atau pedoman desain
arsitektur. Architectural Design
Principles adalah pernyataan tekstual yang menggambarkan batasan atas
organisasi dan/atau pengambilan keputusan dalam mendukung realisasi strategi
bisnis dan dapat digunakan untuk memandu proyek yang akan datang.
Architectural
Design Principles memperhatikan 3 hal:
1.
Solely breeding
diversity is not sufficient
CAS
menyatakan bahwa semakin besar keanekaragaman dalam sistem maka semakin kuat ia
menggunakan kontradiksi untuk menciptakan kemungkinan baru untuk hidup
berkembang dengan lingkungan mereka.
2.
Concentration of
activities
Karakteristik
kunci dari CAS adalah bahwa tidak ada hirarki komando dan kontrol dalam sistem
kompleks adaptif. Inisiatif terbaik mungkin disebarluaskan lebih baik dengan upaya
berkonsentrasi dan menciptakan kesadaran dar titik konsentrasi.
3.
Increase
cross-boundary and level interactions
CAS
didasarkan pada konsep bahwa cara-cara agen-agen dalam sistem terhubung dan
berelasi satu dengan yang lain sangat penting bagi kelangsungan hidup sistem
dan lebih penting dari agen itu sendiri. Dengan demikian, arsitektur enterprise harus memberikan poin interaksi
yang mendorong pembangunan relasi antar lembaga.
Kesimpulan
dari paper ini adalah:
·
CAS dapat
membantu memfasilitasi konseptualisasi dan pemahaman yang lebih baik tentang
dinamika yang mendasarinya.
·
Teori CAS dapat
menolong mengidentifikasi prisnsip desain arsitektur yang akan meningkatkan jointness antar organisasi dan
keberhasilan implementasi IT.
·
Penelitian ini
tidak memvalidasi aplikasi pada prinsip ini dalam proyek baru tidak juga
mengembangkan suatu model CAS.
·
Pekerjaan di
masa depan harus fokus untuk mengevaluasi implikasi dari prinsip-prinsip CAS.

No comments:
Post a Comment