Presenter : Nita Arryani
Sari
Judul : Integrating
Innovation into Enterprise Architecture Management
Tanggal : 22 Maret 2012
Paper ini ditulis oleh Michael Rohloff dari University of Potsdam. Paper dipublikasikan di Wirtschaftinformatik Proceedings pada tahun 2011.
Latar belakang dari paper ini adalah kemampuan organisasi
untuk berinovasi diakui sebagai kesanggupan untuk bersaing dalam suatu pasar
yang kompetitif. Paper ini
mengusulkan penggunaan manajemen arsitektur enterprise
sebagai pendekatan yang sistematis untuk inovasi enterprise.
Beberapa sasaran yang ingin dicapai dengan Enterprise Architecture Management:
· Business/ IT alignment and leverage of IT
· Governance, planning and controlling of I&C program and compliance to
regulations & standards
· Implement the I&C landscape in a systematic and efficient manner
· Provide for Scalability, Growth and Adaptability
· Transparency of architecture building blocks and better communication of
stakeholders
Berikutnya diperkenalkan Enterprise Architecture Framework. Dalam
framework ini information architecture tidak digambarkan sebagai domain arsitektur yang terpisah tapi dibagi
dalam suatu bangunan blok business
architecture dalam tahap struktur informasi logika dan bangunan blok applications architecture dalam tahap
implementasi repositori data.
Framework ini terdiri dari tiga domain dasar dengan bangunan
blok arsitektur yang berbeda.
· Business architecture menggambarkan fundamental organisasi dan requirement dari bisnis berdasarkan strategi bisnis dan sasaran
hasil. Business architecture tersusun dari empat bangunan blok: model
bisnis, arsitektur organisasi, aarsitektur proses dan arsitektur informasi.
· Application architecture memberikan overview atas semua
aplikasi yang mendukung proses bisnis dengan bangunan blok: aplikasi
enterprise, portal & platform
manajemen informasi, repositori data dan servis EAI.
· ` Infrastructure architecture juga menunjuk pada arsitektur teknologi, terdiri dari software, hardware dan
infrastruktur network yang dibutuhkan
untuk mengoperasikan semua aplikasi. Bangunan blok infrastructure architecture adalah servis dasar, servis workplace, sistem server & storage dan network.
Berdasarkan potensi EAM untuk inovasi, penulis
mengusulkan proses pengembangan arsitektur yang bertujuan untuk mengungkit
potensi itu. Fitur kunci dari extended architecture development process adalah:
· Menggunakan manajemen arsitektur enterprise dan artifak arsitektural untuk pendekatan sistematis
menuju inovasi.
·
Mengintegrasi brainstorming
kreatif dan desain inovatif pada tahap well-defined
ke dalam proses.
·
Menggunakan inovasi terbuka untuk desain arsitektur.
Berikut adalah panduan dasar untuk desain proses:
·
Cakupannya teknik bisnis tidak hanya arsitektur IT
·
Proses komprehensif dari visi sampai implementasi
mencakup seluruh bisnis.
·
Keterlibatan yang seimbang dari orang-orang bisnis dan
IT.
Figure 2: Extended enterprise
architecture development process
Sasaran keberhasilan manajemen arsitektur sebagai berikut:
· Men-set up proyek bisnis dengan tujuan bisnis yang jelas tidak fokus
pada hal teknik, back up manajemen
tingkat atas.
·
Keterlibatan penuh dari
orang-orang bisnis (seperti sumber daya dan fungsi manajemen).
·
Kerja sama tim dengan
gabungan keahlian yang baik dan keterampilan dalam bisnis dan IT.
·
Membangun kesadaran dan
komunikasi dari cakupan proyek di antara enterprise.
·
Menyediakan kultur yang inovatif.
·
Architecture team:
men-drive keseluruhan proses, membuat
dan memelihara keluaran dan mengatur semua proyek infrastruktur, mengembangkan
definisi requirement arsitektur dan
artifak kunci lainnya.
·
Steering committee:
men-set regulasi umum dan memberikan panduan
untuk proyek dan keseluruhan proses pengembangan arsitektur.
·
Architecture review board:
menyediakan masukan, review dan menyetujui keseluruhan
arsitektur konseptual dan perangkat standar.
·
Program management:
merencanakan dan
melaksanakan seluruh proyek, memerintah pengembangan arsitektur dari analisis,
inovasi dan desain target sampai implementasi.
Kesimpulan yang dapat
diambil: paper ini menujukan
manajemen arsitektur enterprise.
Penulis memperkenalkan framework
arsitektur yang komprehensif yang mengklasifikasikan domain dasar dan membangun
blok arsitektur enterprise. Framework ini digunakan sebagai
referensi untuk menyusun pengembangan arsitektur enterprise. Paper ini
merekomendasikan penggunaan manajemen arsitektur enterprise sebagai pendekatan sistematis untuk inovasi enterprise. Suatu proses pengembangan arsitektur
diperkenalkan untuk mengintegrasi inovasi sebagai pusat elemen untuk desain
arsitektur enterprise.



No comments:
Post a Comment