Pertemuan ketiga diisi dengan penjelasan
mengenai Team Skill in Aligning IT with Business.
6 hal yang perlu dikuasai oleh tim
pengembang antara lain:
1. Analyzing the Problem
2. Understanding User and
Stakeholder Needs
3. Defining the System
4. Managing Scope
5. Refining the System
Definition
6. Building the Right System
Penjelasan mengenai 6 Skill tersebut sebagai berikut:
1.
Analyzing the Problem
Ada 5 hal yang
perlu dilakukan :
- Gain agreement on the problem definition
Permasalahan
yang ada perlu dituangkan secara tertulis, hitam di atas putih. Stakeholder request digunakan untuk
mendefinisikan apa permasalahannya.
- Understanding the root causes
Akar
permasalahan perlu diidentifikasikan dan tentukan solusi yang ditawarkan.
- Identify the stakeholders and the users
Mengidentifikasikan
semua yang berkepentingan dengan implementasi dari software yang dibangun.
- Define the solution system boundary
Mendefinisikan boundary solusi
sistem.
- Identify constraints
Mengidentifikasikan
constraints yang ada.
2.
Understanding Needs
Ada 2 hal yang
perlu dilakukan :
- Propose features of product or systemPada tahap ini sudah menganalisa dan mempropose, sistem yang dibangun sebaiknya memiliki fitur-fitur apa saja.
- Methods for requirement elicitationMetode yang digunakan untuk mengelisitasi requirement antara lain literature study, interviewing, workshops, brainstorming dan storyboarding.
Ada
Stakeholder request vs Needs. Stakeholder request adalah semua yang menjadi keinginan stakeholder sedangkan needs ini merupakan kontribusi dari tim, needs
ini yang nanti akan turun ke level berikutnya yang terimplementasi.
3.
Defining the System
Ada 3 hal yang
perlu dilakukan :
- Modeling system behavior with use cases
- Organizing requirement information
- The Vision document
Sistem mempunyai perilaku yang perlu
dimodelkan dengan use case.
Fitur-fitur diturunkan ke dalam software
requirement. Yang functional ke use case, yang non functional
ke suplementary specification.
4.
Manage the
scope
Ada 2 hal yang
perlu dilakukan :
- Establishing project scope
- Manage your customer
Managing scope
termasuk
merencanakan iterasi. Iterasi didrive
oleh sejumlah use case. Jika ada
sejumlah use case, maka dilakukan
iterasi, mana yang merupakan prioritas yang akan dilakukan pada iterasi pertama
demikian dilakukan pada iterasi berikutnya.
5.
Refining the System Definition
Ada 5 hal yang
perlu dilakukan :
1. More rigorous look at software
requirements
2. Refining the Use Cases
3. Developing Supplementary Specifications
4. Ambiguity vs Specificity
5.
Technical Methods of
requirement specifications
Use case adalah layanan
yang bisa diakses oleh actor. Menamai
use case menggunakan kata kerja. Kalau
include artinya harus terjadi
misalnya kalau mau cek saldo harus login,
mau ambil uang harus login. Kalau extend sifatnya optional (kalau ada kondisi khusus), misalnya kalau mengembalikan
buku ada denda.
Tipe-tipe
requirement ---> FURPS+
Yang Functional:
Functionality (behavior à use cases)
Yang Non
Functional:
Usability (berkaitan
dengan typical users dan operational environment)
Reliability (berkaitan
dengan availability, MTBF, MTTR, Accuracy)
Performance (berkaitan
dengan response time, throughput,
capacity, degradation modes)
Supportability (berkaitan
dengan kemampuan untuk dimodifikasi, diakomodasi dan diperbaiki)
+ (Constraint =
batasan dalam membangun sistem)
6.
Building the Right System
Ada 3 hal yang
perlu dilakukan :
1. Tracing requirements
2. Managing changes
3.
Assessing requirement
quality in iterative development
Permasalahan
yang ada di problem domain (Needs) ditrace ke Feature dan Software
Reguirement. Dari Software
Reguirement ditrace ke Test Procedure, Design dan User docs untuk mendapatkan solution domain.

No comments:
Post a Comment